Wednesday, June 25, 2008

Tulisan itu

On Marriage

(Kahlil Gibran)

You were born together, and together you shall be forevermore.
You shall be together when the white wings of death scatter your days.

Ay, you shall be together even in the silent memory of God.

But let there be spaces in your togetherness,

And let the winds of the heavens dance between you.
Love one another, but make not a bond of love:

Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.

Fill each other's cup but drink not from one cup.

Give one another of your bread but eat not from the same loaf
.
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.
Give your hearts, but not into each other's keeping.
For only the hand of Life can contain your hearts.
And stand together yet not too near together:

For the pillars of the temple stand apart,

And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow
.

(Dikutib dari http://www.katsandogz.com/onmarriage.html).

Entah kenapa saya bener2 terkenang dengan tulisan ini, dari pertama kali saya baca 25 tahun lalu, hingga sekarang.
Inti tulisan ini adalah, berilah space buat pasangan kita, berilah waktu buat diri atau pasangan kita sendiri, jangan terlalu merasa memiliki pasangan kita karena meski kita bersatu tapi kita tuh tetap 2 manusia yang mempunyai masing2 personality.

Saling memahami dan saling toleransi mungkin suatu awal yang baik buat lebih mengerti perbedaan diantara suami dan istri.
Berharap terlalu banyak bahwa pasangan kita bisa berubah sesuai yang kita inginkan atau berubah menjadi lebih baik dari yang sebelumnya rasanya bukan suatu yang bijaksana.
Apalagi dituntut berubah dalam kurun waktu yang pendek, biasanya sebagai manusia dewasa bukanlah hal yang mudah.
Karena ketika kita bertemu dengan pasangan kita, masing2 dari diri kita sudah terbentuk suatu kepribadian yang "jadi", yang mungkin untuk dirubah agak sulit meski tak mustahil.

Pernah saya baca juga kayaknya tulisan Khalil Gibran lainnya *lupa apa judule* tapi garis besarnya :
"pasangan kita neh seperti tulang iga, kalau kita terlalu kasar meluruskannya dia akan patah tapi kalau kita luruskan dengan lemah lembut , kasih sayang dan waktu yang cukup, maka tulang iga tersebut akan menjadi lurus."

Ada manusia yang memang dari sononya mudah mengikuti arus, mudah menyesuaikan diri tapi ada manusia yang keras, ndableg istilahnya.
Nah kalau kita andaikan bahwa ketika kita memilih pasangan itu bak menarik lotere... maka apa yang kita dapatkan itulah lotere yang kita tarik. Bisa jenis yang ndableg atau sebaliknya.
Hingga bisa dikatakan ada yang sukses narik loterenya atau yang so so dan bahkan ada pula yang fail, kita gak pernah tau apa rencana Allah pada kita semua.
Hanya berbaik sangka saja pada Allah, hingga setiap apa yang diberikan pada kita selalu ada maksudnya dan ada hikmahnya dibalik nya.

Tipe pernikahan juga banyak jenisnya, ada pasangan yang kesehariannya debatan mulu gak ada habisnya tapi rukun hingga akhir hayat, ada pasangan yang anteng tenang tapi usia pernikahannya gak lama, tapi ada juga yang aman tenterem juga rukun sampai akhir hayat.
Gak ada pakem khusus buat ini rasanya, misalkan pernikahan huru hara (yang berantem mulu) bakalan gak lama atau pernikahan kebatinan (yang adem ayem) itu bakalan lama, semua kayaknya berpulang pada individu dan niat yang menjalankannya.
Hanya biasanya pernikahan yang dibilang sukses tuh adalah pernikahan yang sejalan dengan waktu, makin saling mengerti, saling tau apa yang dibutuhkan pasangannya tanpa harus diminta.
Ingin rasanya bisa seperti itu, hal yang perfect bagi setiap pernikahan, hanya namanya manusia selalu ada ajah batu sandungan.
Karena itu belajar dan belajar mengenali diri sendiri dan pasangan kita, learning by doing adalah yang terbaik bagi setiap pernikahan, dan Inshaallah ujungnya adalah keluaga yang sakinah, mawadah dan warahmah.... amien.

dialog ketika minum teh sore :
B dan E lagi makan kacang...
Tiba2 kacangnya jatuh ke lantai, lalu E ngambil tuh kacang dilantai...
B ngomong : duh jangan dimakan lho....
E *ngotot*: eh emang siapa yang mau makan, mau dibuang kok hanya diambil biar gak kotor lantainya.
B : lha dibilangin gitu ajah kok ngotot....
E *masih sebel*: gitu ajah ngajakin berantem...
B * kalem banget*: emang iya...
B & E ngakak bersama ........

Itulah kebersamaan , indah tapi kadang "nyebelin...."
hahahahaha....


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home